Rabu, 01 Desember 2010

Sistem, Model dan Simulasi

Sistem
Sistem adalah sekumpulan obyek yang tergabung dalam suatu interaksi dan inter-dependensiyang teratur. Sistem dibedakan menjadi dua tipe yaitu sistem diskrit dan sistem kontinu.
Komponen sistem:
• Entitas – objek yang sedang diamati dari sistem
• Atribut – identitas dari entitas
• Aktivitas – suatu masa yang mewakili proses suatu entitas
• Status – kumpulan variabel yg dibutuhkan untuk menggambarkan sistem
• Kejadian – Kejadian yg mengubah status sistem


Model
Model merupakan penyederhanaan dari sistem yang akan dipelajari. Model sangat beragam, bisa dalam bentuk ikon, analog atau simbol. Model ikon meniru sistem nyata secara fisik, seperti globe (model dunia), planetarium (model system ruang angkasa), dan lain-lain. Model analog meniru sistem hanya dari perilakunya. Model simbol tidak meniru sistem secara fisik, atau tidak memodelkan perilaku sistem, tapi memodelkan sistem berdasarkan logikanya. Logika bisa bervariasi mulai dari intuisi ke bahasa verbal atau logika matematik. Karena model analisis simulasi harus dapat diimplementasikan pada komputer, maka model simulasi harus eksplisit, yaitu harus sebagai model simbolik paling tidak untuk level aliran logika.

Model simbolik dapat diklasifikasikan menjadi:
1. model preskriptif atau deskriptif. Model preskriptif digunakan untuk mendefinisikan dan mengoptimalkan permasalahan. Model deskriptif menggambarkan sistem berdasarkan perilakunya dan permasalahan optimasi diserahkan keanalisis berikutnya.

2. model diskrit atau kontinu. Pengklasifikasian model menjadi diskrit dan kontinu didasarkan pada variabelnya. Perbedaan paling penting dalam kedua model adalah waktu. Jika revisi terhadap model terjadi secara kontinu berdasarkan waktu, maka model itu diklasifikasikan sebagai model kontinu.

3. model probabilistik atau deterministik. Pembedaan kedua model ini juga didasarkan pada variabel model. Jika ada variabel acak, model kita klasifikasikan sebagai model probabilistik. Jika tidak, model merupakan klasifikasi model deterministik.

4. model statis atau dinamis. Pembedaan kedua model ini juga didasarkan pada variabel model. Jika variabel model berubah sesuai dengan waktu, maka model digolongkan sebagai model
dinamis.

5. model loop terbuka atau tertutup. Pengklasifikasian model kedalam bentuk loop terbuka atau tertutup didasarkan pada struktur model. Pada model terbuka, output dari model tidak menjadi umpan balik untuk memperbaiki input. Sebaliknya adalah model loop tertutup.

Simulasi
Simulasi adalah suatu prosedur kuantitatif, yang menggambarkan sebuah sistem, dengan mengembangkan sebuah model dari sistem tersebut dan melakukan sederetan uji coba untuk memperkirakan perilaku sistem pada kurun waktu tertentu.

Langkah-langkah Model Simulasi:
Formulasikan Masalah & Buat Rencana Pemecahannya
Kumpulkan data dan Definisikan modelnya
Uji Validitas (utk Model)
Buat Program Komputer
Jalankan programnya
Uji Validitas
Rancang Percobaan
Jalankan Produksi
Analisis Data Output
Penyimpanan hasil dan Program yang dipakai

Referensi : http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/computer-system-s1/simulasi-dan-pemodelan/sistem-model-dan-simulasi

Model fisik vs Model Matematis.

Model fisik mengambil dari sebagian sifat fisik dari hal-hal yang diwakilinya, sehingga menyerupai sistem yang sebenarnya namun dalam skala yang berbeda. Walaupun jarang dipakai, model ini cukup berguna dalam rekayasa sistem. Dalam penelitian, model matematis lebih sering dipakai jika dibandingkan dengan model fisik. Pada model matematis, sistem direpresentasikan sebagai hubungan logika dan hubungan kuantitatif untuk kemudian dimanipulasi supaya dapat dilihat bagaimana sistem bereaksi.

Referensi : http://veriawan.blog.uns.ac.id/


Tujuan
Agar dapat memahami tentang suatu teknik meniru operasi-operasi atau proses- proses yang terjadi dalam suatu sistem dengan bantuan perangkat komputer.

Contoh Model & Simulasi

Contoh input dalam bidang penerbangan ( pesawat F-16 )


F-16 Simulator Software
Pendahuluan
Software Simulator F-16 merupakan program komputer yang mensimulasikan gerak pesawat tempur F-16 dan menyajikannya dalam grafik 3 Dimensi (3D) dalam dunia maya (Virtual Reality). Program simulator ini dibuat dengan menggunakan MATLAB/Simulink yang merupakan software matematika dan pemrograman yang sangat handal untuk keperluan keteknikan (engineering) dan sangat banyak digunakan di dunia, baik di lingkungan pendidikan maupun industri. Software MATLAB yang digunakan disini adalah MATLAB 7.0.
Persamaan gerak yang digunakan dalam simulator F-16 ini terdiri atas dua bentuk, yaitu bentuk linear dan nonlinear. Bentuk linear yang digunakan merupakan persamaan gerak lengkap yang disarikan dari Richard Russell [1] berdasarkan model matematika pesawat F-16 yang tersaji dalam buku Stevens dan Lewis [2]. Dalam simulator F-16 ini persamaan gerak yang dipakai adalah model low-fidelity, yaitu model gerak tanpa menggunakan leading-edge flap (LEF). Sedangkan bentuk nonlinear akan digunakan untuk modus pilot (game) yang akan dijelaskan lebih rinci pada bagian selanjutnya.
Arsitektur Program
Inti dari Simulator F-16 adalah persamaan gerak lengkap pesawat udara. Persamaan ini merupakan sebuah himpunan persamaan diferensial orde dua yang nonlinear. Untuk mendapatkan parameter terbang dari pesawat, maka persamaan diferensial ini diintegrasikan secara numerik. Selanjutnya hasil dari integrasi ini disajikan dalam grafik tiga dimensi dalam dunia maya (virtual reality).
Baru Kaca Software untuk F-16C (Blok 30-50)
F-16C (ditampilkan di atas) Kaca panel anda akan merevolusionerkan pengalaman simulasi penerbangan. layar yang berbasis opengl dan mendukung MS FSX, ESP serta X-Plane (V9). Kaca perangkat lunak yang dirancang untuk berjalan pada PC Klien terhubung melalui LAN ke server yang menjalankan software simulasi penerbangan. Untuk menambahkan realisme, touchscreen menghubungkan ke kokpit dan perintah kontrol dan instrumen yang menampilkan simulasi penerbangan perangkat lunak dari dalam kokpit Anda, saat Anda sedang berada.
Mid-Fidelity F-16C Cockpit:
Pada pertengahan kesetiaan Viper XT kokpit memiliki panjang sisi konsol tetapi tapak dikurangi untuk menghemat ruang dan berat.


F-16 cockpits dikembangkan dan diproduksi oleh Viper-pits saat ini sedang digunakan oleh USAF untuk pengantar pelatihan pilot pesawat bersama dengan taktis cepat jet misi.
• cockpits yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berkembang di pasar dengan menyediakan Edutainment yang sangat fungsional dengan perangkat yang kuat dan mudah digunakan antarmuka yang menyediakan kegunaan maksimum dengan minimal pemeliharaan dan perawatan.
• Setiap kokpit termasuk realistis ACESII pelemparan kursi dan Cougar HOTAS stick dan throttle.
• Ad-hoc turnamen dapat dikembangkan oleh jaringan dan membuat beberapa cockpits bersaing fighter squadrons berdasarkan jumlah peserta menghadiri acara.
Kendali Pesawat F-16
Kendali pesawat tempur F-16 terdiri atas empat input, yaitu gaya dorong (thrust) yang dinyatakan dalam satuan pound, dan tiga input bidang kendali yaitu elevator, aileron dan rudder, masing-masing dinyatakan dalam satuan derajat. Gaya dorong memiliki arah sama dengan sumbu xb. Input gaya dorong didefiniskan positif jika menambah percepatan ke depan. Sedangkan untuk tiga bidang kendali penentuan positif dan negatifnya adalah positif apabila mengurangi laju putaran. Dengan demikian untuk masing-masing bidang kendali, defleksi positif dinyatakan sebagai berikut:
Defleksi elevator positif jika membuka ke bawah sehingga menimbulkan gerak pitch negatif. Defleksi aileron positif jika aileron kanan membuka ke bawah sehingga menimbulkan roll negatif. Defleksi rudder positif jika membuka ke kiri sehingga menimbulkan yaw negatif.
Khusus untuk Leading Edge Flap (LEF), defleksinya didefiniskan positif jika membuka ke bawah. Pada keadaan ini, pengaruh defleksi LEF adalah membuat pesawat dapat terbang pada sudut serang yang lebih tinggi dibanding tanpa LEF untuk kecepatan terbang yang sama. Input kendali untuk F-16 memiliki batasan sebagai berikut:
Kendali Satuan Batasan
Minimum Maximum
Gaya Dorong Lbs 1000 19000
Elevator Deg -25 25
Aileron Deg -21.5 21.5
Rudder Deg -30 30
LEF Deg 0 25
Perawatan
Program software simulator F-16 ini merupakan program yang open, yaitu dapat diubah dengan mudah. Namun pengubahan program ini dilarang agar tidak terjadi kesalahan program yang mengakibatkan program tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Pengubahan program hanya diijinkan dalam pengawasan pihak pembuat program. Selama masa satu tahun sejak perangkat simulator F-16 ini diserahkan kepada pengguna, pihak pembuat program akan melakukan perawatan program, dalam arti apabila kelak ditemukan kesalahan program, maka pembuat program akan melakukan perbaikan tanpa biaya atau mengganti program ini dengan program yang baru yang lebih baik apabila diperlukan.

di kutip dari :http=//http://simulatec-mandiri.org/2008/09/17/f-16-simulator-software
http=http://www.viper-pits.com/




Baca Selengkapnya»»